Oleh: Aghnis Fauziah, S.Psi., M.Psi., Psikolog
Apa Itu “Fatherless”?
Istilah fatherless berarti “tanpa ayah”. Namun bukan hanya berarti ayah sudah meninggal atau pergi. Banyak anak yang tetap tinggal serumah dengan ayahnya, tetapi tetap merasa seperti “tanpa ayah” karena sang ayah jarang berinteraksi, sibuk bekerja, atau tidak hadir secara emosional.
Anak yang tumbuh tanpa kehadiran ayah yang hangat dan terlibat sering mengalami kesulitan memahami siapa dirinya, bagaimana membangun hubungan dengan orang lain, dan bagaimana mengatur emosi. Kondisi inilah yang disebut sebagai fatherless behavior, yaitu perilaku yang muncul akibat kehilangan peran ayah dalam hidup anak (NeuroLaunch, 2024).
Mengapa Kehadiran Ayah Penting?
Ayah bukan sekadar pencari nafkah. Ia berperan sebagai:
- Pelindung dan panutan. Anak belajar tanggung jawab, disiplin, dan batasan dari ayah.
- Sumber rasa aman. Kehadiran ayah memberi rasa stabil dan dukungan emosional.
- Model hubungan sosial. Melalui ayah, anak belajar cara berinteraksi, menghargai orang lain, dan mengelola perbedaan.
Saat peran ini hilang, anak sering merasa kehilangan arah. Anak perempuan tanpa ayah cenderung “mencari figur ayah” dalam hubungan cintanya di masa depan, sedangkan anak laki-laki dapat mengalami kebingungan peran dan kesulitan mengontrol emosi (Formica, 2023).
Dampak Fatherless pada Anak dan Remaja
1. Dari Sisi Emosional
Anak tanpa ayah sering merasa tidak berharga, kesepian, atau ditolak. Mereka bisa memiliki harga diri rendah (low self-esteem) dan selalu ingin diakui. Beberapa anak menutupi rasa sakitnya dengan menjadi pemberontak atau menolak otoritas (NeuroLaunch, 2024).
2. Dari Sisi Perilaku
Remaja yang tumbuh tanpa figur ayah lebih rentan terhadap perilaku berisiko, seperti penggunaan zat terlarang, hubungan seksual dini, atau pencarian sensasi berlebihan. Menurut Owlcation (Anvi, 2021), hal ini sering menjadi cara untuk melampiaskan rasa kosong atau ingin “menguji” diri.
3. Dari Sisi Akademik dan Sosial
Tanpa bimbingan dan dukungan ayah, sebagian anak menjadi kurang fokus di sekolah, mudah bosan, atau kehilangan motivasi. Mereka juga bisa kesulitan membentuk pertemanan yang sehat karena tidak memiliki contoh hubungan yang stabil di rumah.
4. Dampak Jangka Panjang
Saat dewasa, banyak individu mengalami kesulitan mempercayai orang lain, takut ditinggalkan, atau justru bergantung berlebihan pada pasangan. Beberapa perempuan memilih pasangan yang “mirip ayahnya”, bahkan jika ayahnya dulu bersikap kasar atau tidak peduli.
Namun penting diingat: tidak semua anak tanpa ayah akan bermasalah. Banyak di antara mereka yang tumbuh menjadi pribadi kuat, empatik, dan tangguh. Semua tergantung pada dukungan lingkungan dan cara mereka memaknai pengalaman itu (Formica, 2023).
Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua dan Masyarakat?
1. Bangun Kehadiran Emosional Ayah
Bukan seberapa banyak uang yang diberikan, tetapi seberapa besar kehadiran dan kasih sayang yang dirasakan anak. Ajak anak bicara, dengarkan ceritanya, dan tunjukkan kasih tanpa syarat.
2. Jika Ayah Tidak Bisa Hadir, Cari Figur Pengganti Positif
Anak tetap membutuhkan panutan laki-laki. Peran ini bisa digantikan oleh kakek, paman, guru, pelatih olahraga, atau tokoh masyarakat yang dapat memberi teladan.
3. Peran Ibu Juga Penting
Ibu tunggal bisa membantu anak memahami bahwa ketidakhadiran ayah bukanlah kesalahan anak. Bicarakan dengan jujur, tanpa menjelekkan ayah, dan bantu anak merasa tetap dicintai.
4. Lingkungan Harus Mendukung
Sekolah, komunitas, dan masyarakat dapat berperan melalui kegiatan mentoring, pelatihan remaja, atau komunitas yang mempertemukan anak dengan figur dewasa yang peduli.
Pesan untuk Para Ayah
Ayah,
Mungkin selama ini dunia membuatmu sibuk.
Tanggung jawab menafkahi keluarga sering membuatmu lupa, bahwa hal terpenting bukan hanya seberapa besar uang yang kau bawa pulang, tapi seberapa dalam anakmu merasa dicintai olehmu.
Anak tidak mengingat seberapa sering kau marah atau menasehati,
tapi mereka akan selalu mengingat waktu ketika kau menatap mata mereka dan mendengarkan tanpa menghakimi.
Hadirmu, meski sebentar, jauh lebih berarti daripada hadiah mahal atau kata-kata bijak yang tidak diiringi kehadiran.
Karena bagi anak, engkaulah pahlawan pertamanya, contoh bagaimana seorang laki-laki bersikap, dan tempat ia belajar tentang cinta dan keberanian.
Sebelum hari ini berakhir,
luangkan lima menit untuk mendekat.
Tanyakan kabarnya, peluk tanpa alasan, dengarkan ceritanya tanpa tergesa.
Mungkin bagimu itu hal kecil,
tapi bagi mereka, itu bisa menyelamatkan hati yang sedang belajar tumbuh.
Jadilah ayah yang hadir, bukan sekadar ayah yang ada.
Daftar Referensi
Anvi. (2021, May 2). Psychological effects of growing up without a father. Owlcation. Retrieved from https://owlcation.com/social-sciences/psychological-effects-of-growing-up-without-a-father
Formica, C. (2023, May 24). Fatherless daughters: The impact of absence. Psychology Today. Retrieved from https://www.psychologytoday.com/us/blog/transcending-the-past/202305/fatherless-daughters-the-impact-of-absence
NeuroLaunch. (2024). Fatherless behavior: Understanding the impact of absent fathers. Retrieved from https://neurolaunch.com/fatherless-behavior/